Maharoh kitabah
Pengertian Maharah Kitabah
Kitabah adalah sesuatu yang terpenting yang ada pada kehidupan kita, karena kitabah merupakan ungkapan tertulis yang dituangkan oleh penulis. Pengertian kitabah menurut bahasa adalah kumpulan makna yang tersusun dan teratur. Dan makna kitabah secara epistimologi adalah kumpulan dari kata yang tersusun dan mengandung arti, karena kitabah tidak akan terbentuk kecuali dengan adanya kata yang beraturan. Dan dengan adanya kitabah manusia bisa menuangkan expresi hatinya dengan bebas sesuai dengan apa yang difikirkannya. Dengan menuangkan ungkapan yang tertulis diharapkan para pembaca dapat mengerti apa yang ingin penulis ungkapkan.
Menulis merupakan suatu aktivitas komunikasi bahasa yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Tulisan itu terdiri atas rangkaian huruf yang bermakna dengan segala kelengkapan lambang tulisan seperti ejaan dan fluktuasi. Seseorang dapat disebut sebagai penulis karena memiliki kemahiran menuangkan ide, gagasan, dan perasaan secara runtut dalam bentuk tulisan. Apa yang dituliskan mengandung arti dan manfaat yang membuat orang lain merasa perlu membaca dan menikmatinya. (Sabarti Akhadiah, dkk, 2001:13)
Menulis adalah sebuah ketrampilan berbahasa yang terpadu, yang ditunjukan untuk menghasilkan sesuatu yang disebut tulisan. Sekurang-kurangnya, ada tiga komponen yang tergabung dalam perbuatan menulis, yaitu:
1. Penguasaan bahasa tulis, meliputi kosa kata, struktur, kalimat, paragraf, ejaan, fragmatik dan sebagainnya.
2. Penguasaan isi karangan sesuai dengan topik yang akan ditulis.
3. Penguasaan tentang jenis-jenis tulisan. Yaitu bagaimana merangkai isi tulisan dengan menggunakan bahasa tulis sehingga membentuk sebuah komposisi yang diinginkan, seperti esai, artikel, cerita pendek, makalah dan sebagainnya.
Pada dasarnya, menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis, seorang menulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Ketrampilan menulis digunakan untuk mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca. Maksud dan tujuan studi itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh para pembelajar yang dapat menyusun dan merangkai jalan fikiran dan mengemukakannya secara tertulis dengan jelas, lancar, dan komunikatif. Kejelasan ini bergantung pada fikiran, organisasi, pemakaian dan pemilihan kata, dan struktur kalimat.
Tujuan dan Manfaat Mempelajari Maharah Kitabah
Beberapa tujuan dan manfaat penting mempelajari maharah kitabah adalah:
a. Menulis merupakan bagaian dasar pada kehidupan dan termasuk syarat yang sangat diperlukan pada kelangsungan hidup.
b. Merupakan suatu alat untuk mengajar pada semua jenis tingkatan.
c. Merupakan sarana untuk menggabungkan antara satu dengan yang lain (antara penulis dengan pembaca).
d. Merupakan alat untuk menghubungkan masa sekarang dengan masa lampau, dan dengan adanya kitabah manusia bisa mengetahui peradaban yang ada di masa lampau.
e. Untuk menjaga kelertarian peninggalan buku yang terdahulu.
f. Merupakan bukti penggadaan peristiwa sebenarnya.
g. Merupakan penghubung dari perseorangan tentang dirinya sendiri dan menggambarkan tentang isi hatinya.
Aspek dalam Maharah Kitabah
Poin-poin umum yang ada dalam pembelajaran kitabah adalah:
• Susunan kelengkapan kitabah
Susunan pada kitabah merupan poin dasar pada ketrampilan kitabah, dasar dari ketrampilan ini adalah penguasaan ilmu bahasa yang bermacam macam, seperti nahwu yang membahas tentang susunan kalimat atau rangkaian dalam kalimat dan shorof yang membahas tentang bentuk kata.
• Latihan pengembangan ungkapan
Agar penulis dapat mengembangkan ungkapan-ungkapan baru (modern).
• Judul yang langsung dapat dipahami oleh pembaca dari penulis.
Unsur-unsur kitabah:
Al kalimah: yang dimaksud dengan kalimah adalah satuan kata yang terkecil dari satuan kalimat atau unsur dasar pembentukan kaliamat
Al jumlah: kumpulan kata yang dapat membentuk pemahaman makna (satu kata yang disandarkan dengan kata yang lain)
Al faqroh: yaitu paragraf, yang tersusun dari beberapa kata dan membentuk kalimat. Dan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain berhubungan maknanya.
Uslub: seperti yang kita tahu bahwa unsur dari kitabah adalah: kata yang ada didalam kalimat dan kalimat yang ada di dalam paragraf. Dan dari keseluruhannya itu disebut dengan susunan penulis (uslubul katib).[7]
Aspek-aspek dalam kitabah:
Al qowaid, seperti nahwu dan sharaf
Imla’
Khot
Proses Pembelajaran Kitabah
Dalam pengajaran menulis, harus mempertimbangkan beberapa hal seperti organisasi kalimat ke dalam paragraf, bagaimana paragraf-paragraf tersebut digabungkan dan pengaturan gagasan ke dalam suatu wacana yang padu. Beberapa teknik pengajaran menulis dapat digunakan untuk mengembangkan kecakapan ini pada siswa. Proses pembelajaran kitabah terbagi menjadi tiga kategori utama, yaitu menulis terkontrol, menulis terbimbing dan menulis bebas. Jika membuat jenjang, menulis terkontrol akan berada pada tahap pertama dan menulis bebas pada tahap terakhir.
Hal itu dimaksudkan bahwa pada awal-awal program pengajaran menulis, siswa harus dilibatkan pada aktivitas menulis yang masih banyak membutuhkan kontrol guru. Peranan guru masih sangat dominan dalam tahap ini. Selanjutnya yaitu pada tahap menulis terbimbing peranan guru sudah mulai berkurang. Mereka hanya membimbing semata. Pada tahap terakhir, dalam menulis bebas, siswa sudah diberi keleluasaan mengekspresikan gagasanya dengan ketrampilan menulis yang telah dimilikinya tersebut.
a. Menulis terkontrol
Diantara contohnya,
a) Dikte (dictation), yaitu mendikte baris-baris sebuah wacana. Dan salah satu cara terbaik adalah melakukan dikte dengan berpasang-pasangan atau berkelompok. Dengan cara ini siswa bekerja sesuai dengan kecepatan mereka dan mereka membetulkan sendiri kalimatnya. Sementara guru bias bebas memonitor aktivitas mereka.
b) Menyusun kalimat (sentence combine), siswa kelas dibditulis dalam kalimat-kalimat pendek. Siswa menggabungkan kalimat-kalimat ini dengan menggunakankata penghubung yang disajikan pada papan tulis, atau sekaligus dalam lembar mereka.
c) Menyimpulkan (reducing), siswa diminta menulis kembali sebuah wacana dengan membuang semua kata atau frase yang tidak perlu. Siswa hanya dibolehkan membuat sedikit perubahan pada struktur kalimat asli. Aktivitas ini sangat baikdilakukan secara berpasangan.
b. Menulis Terbimbing
Diantara contohnya,
a) Menggunakan gambar (picture description), pada aktivitas ini kita bisa mengunakan gambar yang diambil dari majalah atau menggambar sendiri pada sehelai kertas atau transparansi. Subjek gambar biasanya seorang tokoh terkenal, pemandangan lokasi sebuah peristiwa, bangunan terkenal. Salah satu cara memulai aktivitas ini adalah meminta siswa membuat pertanyaan-pertanyaan tentang gambar tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dijawab dalam bentuk tulis secara deskriptif.
b) Cerita dengan gambar (picture sequence essay), di kelas diperlihatkan sejumlah gambar antara empat sampai enam buah yang membentuk rangkaian cerita. Gambar-gambar tersebut dapat juga diacak bila tujuan pengajarannya menghendaki diskusi antar siswa. Siswa kemudian menulis sebuah cerita dengan bahasa mereka sendiri berdasarkan gambar tersebut.
c) Membalas surat (replying to letters), teknik ini meminta siswa untuk membuat stimulus. Surat stimulus dibuat secara alamiah, tetapi mengandung sejumlah permintaan informasi yang kemudian menjadi dasar pembentuk surat balasannya. Surat ini ditulis dalam sehelai lembar kerja, karena surat ini terlalu banyak memuat kata.
d) Merangkum (making summary), guru membacakan sebuah wacana secara intensif dan meminta siswa menulis ringkasannya.
e) Menggabungkan (making connections), aktivitas ini masih berkaitan dengan menggabungkan sejumlah kalimat, seperti yang dibahas sebelumnya. Kali ini siswa berurusan dengan teks yang mirip esai, tetapi tersusun dari kalimat-kalimat pendek. Dan tugas siswa adalah menghasilkan sebuah tulisan yang elegan dan padu, dengan menggunakan kata-kata penghubung yang sesuai.[9]
Sedangkan untuk pemula, biasanya ketrampilan menulis dimulai dari:
a. Memberi syakal pada tulisan yang ada
b. Latihan menulis dari kanan ke kiri
c. Memindahkan kalimat dari papan tulis ke buku sendiri
d. Menghubungkan antara kalimat satu dengan kelimat lain
e. Menulis kalimat yang benar dari segi mufrodat dan tarkib.
Proses pembelajaran bahasa diarahkan untuk membekali siswa dengan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulis. Siswa dilatih lebih banyak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi, tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan tentang bahasa yang perlu ditandaskan adalah pelajaran menulis, haruslah dipentingkan dan diberi waktu secara cukup dan teratur.
Strategi Pembelajaran Maharah Kitabah
strategi pembelajaran ketrampilan menulis terdapat permainan bahasa sebagai tata cara pembelajaran kitabah, diantarannya:
a. TTS (al kalimah al mutaqaati’ah)
Guru menyiapkan beberapa pertanyaan dalam bentuk TTS kemudian guru menyuruh siswa menjawab soal TTS secara individu atau kelompok.
b. Permainan huruf yang kurang atau hilang
Guru menyuruh siswa menuliskan satu huruf yang hilang pada kata tertentu yang dibantu dengan gambar, yang menunjukkan kata dari jawaban yang dimaksud.
c. Menyempurnakan gambar dan menulis namannya.
Ada beberapa gambar yang digambar dengan terputus-putus kemudian guru menyuruh siswa untuk menyempurnakannya dan menulis gambar apa yang dimaksud.
d. Apakah kamu tahu ( hal ta’rif?)
Guru memberi beberapa soal secara tertulis dan menyuruh siswa menjawabnya secara tertulis juga. Terkait dengan sesuatu yang ada di lingkungan siswa atau peristiwa yang aktual.
e. Mengurutkan kalimat (tartibul jumal)
Guru menyuruh siswa mengurutkan berbagai kata sehingga menjadi kalimat sempurna untuk mengurutkan beberapa kalimat sehingga menjadi paragraf yang sempurna. Alangkah baiknya kosa kata tertulis dikartu dengan dilengkapi gambar.
Kesimpulan
Kitabah adalah sesuatu yang terpenting yang ada pada kehidupan kita, karena kitabah merupakan ungkapan tertulis yang dituangkan oleh penulis. Pengertian kitabah menurut bahasa adalah kumpulan makna yang tersusun dan teratur. Dan makna kitabah secara epistimologi adalah kumpulan dari kata yang tersusun dan mengandung arti, karena kitabah tidak akan terbentuk kecuali dengan adanya kata yang beraturan.
Tujuan dari maharah kitabah yaitu mampu menulis dan memahami beragam wacana tulisan, dan mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan.dan tujuan pembelajaran keterampilan menulis berdasarkan tingkatannya. Tingkat pemula, tingkat menengah dan tingkat lanjut.
Aspek-aspek dalam maharah kitabah ada al-qowaid(nahwu dan sharaf), imla’ dan khot, dan unsur-unsur dalam kitabah adalah al-kalimah, al-jumlah, al-fakroh dan ushlub.
Daftar pusaka
Fuad Ahmad, Maharatul Lughawiyah, Mahiyatuha wa Turuqu Tadrisuha. 1992.Darul Muslm:Riyad
Anwar Efendi, Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Prespektif, Tiara Wacana: Jogjakarta
Furqanul, dkk, Pengajaran Bahasa Komunikatif (Teori dan Praktek), Remaja Rosda Karya: Bandung

0 Komentar